Berita Bethel
Penulis: Pram (28/06/2016)
Pelayan Tuhan Musti Naik Level


Pdt. Timotius Hardono mengisi sesi ibadah pagi pada Rakernas Bamag Nasional di hari kedua (28/6) di Hotel Grand Cempaka, Jakarta-Pusat. Ia mengutip nats Yeremia 29:7 dan Roma 12:11.



Mengawali pemaparannya, ia mengabil contoh kisah Daud. Daud diurapi sehingga dia bisa kalahkan Goliath. Dia kemudian naik tingkat ke level berikutnya. Artinya, ia mempunyai kekuasaan atas perseorangan , menguasai wilayah (teritorial) dan kemudian menguasai bangsa (Daud kemudian menjadi Raja). "Berdoalah untuk kota dimana kita berada (melayani)," ujarnya.



Menurutnya, musuh keberhasilan untuk transformasi kota ialah "saya tidak tahu, tidak bisa, tidak mungkin, bukan urusan saya". Melalui kapasitas Bamag Nasional, kapasitas pelayanan akan naik, imbuhnya.



Ia memberikan ilustrasi tentang gambar wajah kartunis tampang orang yang meningkat dari percaya diri, ragu-ragu, curiga, skeptis, terkejut, gugup, putus harapan, kecewa, shock, frustasi, terganggu, bodoh idiot, hilang total, sehingga terakhir berubah jadi monster. Perubahan buruk itu terjadi karena penyebab mula-mula adalah orang yang kuatir dan pesimis.



"Jadilah orang yang memiliki strategi yang berbeda sebab dunia berubah alias "Leading in changing the world", tegasnya. Gereja yang kuat, kota yang kuat akan menghasilkan bangsa yang kuat.Untuk menjadi seorang yang berhasil mentransformasi kota, diperlukan pemimpin yang luar biasa.



Tiga langkah pemimpin agar bisa menjadi pemimpin yang merubah dunia yaitu excellent thought, excellent emotion, dan excellent action. Excellent thought berarti seseorang berpikiran saya pasti bisa.



Excellent emotion ialah ketika anda dapat merasakan, seolah-olah hal itu anda terima, maka anda akan menerimanya. Hal itu musti ditopang visualization (kemampuan melihat dengan pikiran anda. jika anda mampu melihat maka anda akan mencapainya.



Kegagalan seseorang bukan tidak ada visi atau misi tetapi no action (tidak ada tindakan). Seseorang musti start doing (mulai melakukan).



Pada sesi penutup kotbahnya, ia menyampaikan empat langkah agar antusias dalam kemitraan untuk transformasi kota dengan cara yaitu 1. Bekerja dengan antusias. 2. Latihlah diri anda selalu antusias.



3. Nikmati dengan antusias dengan apa yang sedang anda kerjakan.4. Kelilinglah diri anda dengan orang-orang dengan antusiasme tinggi.



Pdt. Timotius Hardono memotivasi agar semua peserta Rakernas terus antusias dan bersemangat dalam melayani masyarakat dan mentransformasi kota melalui salah satunya wadah Bamag Nasional.