Berita Bethel
Penulis: Pram (16/08/2021)
Kepemimpinan & Pertumbuhan Gereja


Kedua unsur di atas saling terkait sehingga pelayanan dapat mencapai hasil yang maksimal. Ketua Umum Bamag Nasional [Pdt. Dr. Japarlin Marbun] menjadi salah satu nara sumber pada acara webinar dengan tema Pertumbuhan Gereja, Penginjilan, Entrepreneur Kristen yang digelar oleh CMC dan Bamag Nasional via online.



Nara sumber Pdt. Dr. Japarlin Marbun menyampaikan materinya dengan diawali menjelaskan apa tujuan dari pemaparan materinya yang berjudul Kepemimpinan & Pertumbuhan Gereja. Tujuan : 1. Peserta mampu memahami konsep yang alkitabiah tentang Pertumbuhan Gereja.2. Peserta mampu menjelaskan berbagai strategi dan metode pertumbuhan gereja.



3. Peserta mampu menjelaskan peran kepemimpinan dalam pertumbuhan gereja serta terlibat dalam upaya-upaya pertumbuhan gereja di pelayanan masing-masing.



Lebih lanjut, ia menguraikan perihal pertumbuhan gereja. Menurutnya, pertumbuhan gereja adalah segala sesuatu yang mencakup soal membawa orang-orang kepada Yesus dan bersekutu dengan Dia [Peter Wagner].Sementara itu, rumusan umum bermakna proses pertambahan anggotaa jemaat/gereja melalui usaha membawa orang menjadi anggota jemaat yang percaya kepada Kristus.



Terdapat dua jenis pertumbuhan yaitu 1. Kuantitas : Jumlah bertambah Gereja berdiri/jemaat lokal bertambah. 2. Kualitas : Menyangkut masalah rohani yakni pertumbuhan dan kedewasaan iman.



Untuk mendukung hal itu, nara sumber mengutip nats Matius 16:18 perihal Allah mendirikan jemaatNya, diumpamakan seperti biji sesawi yang walaupun kecil tapi tumbuh [Mat 13:31-32]. Nats kedua yang dikutipnya dari Kisah 2:41-47.



Ayat itu menuliskan komunitas orang percaya yang bertambah sebab mereka percaya dan menggabungkan diri dalam jemaat mula-mula dan berjumlah 3000 orang dibaptis dan percaya kepada Tuhan Yesus Kristus.



Karena kuasa Roh Kudus, maka sifat pertumbuhan gereja terjadi multiplikasi jumlah [Kisah 2:41-47] dengan jumlah 120 orang, lanjut 3000 orang dan seterusnya. Sementara itu, geografi pelayanan yang semakin luas yang meliputi wilayah-wilayah Yerusalem,Yudea, Samaria dan ujung bumi.



Selain itu,Injil diberitakan dan diterima oleh orang-orang yang belum percaya kepada Tuhan Yesus Kristus [Kisah 21:20].



Soal dimensi pertumbuhan gereja, Pdt. Dr. Japarlin Marbun menjelaskan ada dua yakni ekstensif dn intensif. Ekstensif : Didasari karena Amanat Agung [Mat 28:19-20], terjadi karena kuasa Roh Kudus [Kis 1:8], mengikuti kerangka konsentris-Yerusalem-Yudea-Samaria-Ujung Bumi, ada pertambahan murid lintas batas bangsa, gereja memberitakan Injil.



Intensif : Mengikuti tahapan-tahapan kedewasaan, munculnya model pelayanan dan organisasi pelayanan,munculnya karunia pelayanan [rasul, nabi, guru, gembala, penginjil], warga jemaat terlibat dalam pelayanan, hidup dalam kasih dan berdampak bagi komunitas.



Nara sumber mengutip delapan ciri pertumbuhan gereja menurut pandangan Christian A. Schwarz : 1.Kepemimpinan yang melakukan pemberdayaan. 2. Pelayanan yang berorientasi pada karunia.3.Kerohanian yang haus dan antusiasme.4.Struktur pelayanan yang tepat guna. 5.Ibadah yang membangkitkan inspirasi. 6.Kelompok kecil yang menjawab kebutuhan.7.Penginjilan berorientasi pada kebutuhan. 8.Hubungan yang penuh kasih.



Faktor pertumbuhan gereja tergantung beberapa faktor yaitu :1.Gereja yang Alkitabiah.2. Kepemimpinan.3 Peranan doa.4. Pendekatan budaya setempat. 5. Penginjilan dan metode PI. 6. Faktor Pujian penyembahan.7. Organisasi Gereja.8. Hubungan antar gereja.9. Aspek-aspek hukum ketatanegaraan, dan lain-lain. Selanjutnya, ia berbicara soal Studi Kitab KIS Tentang Pertumbuhan Gereja.