Berita Bethel
Penulis: Pram (02/01/2020)
Banjir di Musim Hujan, Waspadai Hipotermia!


Curah hujan dengan intensitas tinggi sempat mengguyur di sebagian besar wilayah Jabodetabek. Bahkan jagat maya Twitter diramaikan tagar #banjir. Cuaca ekstrem ini pun membuat berbagai wilayah di Jabodetabek banjir. Mirisnya, sejak berita ini diterbitkan banjir dan longsor di Jabodetabek, menyebabkan 9 Orang Tewas, 4 diantaranya lansia yang tewas akibat hipotermia.

Khusus bagi Anda yang terdampak banjir, Anda wajib tahu bagaimana hipotermia bisa terjadi dan cara mencegahnya.

Hipotermia mungkin tidak sepopuler seperti influenza, diare, demam berdarah dengue (DBD), atau demam tifoid. Namun, Anda yang kerap diguyur hujan dan terdampak banjir berisiko terkena gangguan kesehatan ini. Hipotermia merupakan kondisi suhu tubuh yang menurun secara drastis. Kondisi ini jelas sangat berbahaya.

Normalnya, suhu tubuh manusia berada di angka 37 derajat Celsius. Nah, ketika seseorang terkena hipotermia, suhu tubuhnya bisa sangat rendah, yakni di bawah 34 derajat Celsius!

Kondisi hipotermia dianggap sangat berbahaya karena suhu tubuh yang terlalu dingin bisa menyebabkan organ jantung, otak, dan organ penting lainnya tidak bekerja optimal. Tidak menutup kemungkinan bahwa hipotermia bisa menyebabkan kematian karena peredaran darah terganggu.

Apa Penyebab Hipotermia dan Bagaimana Gejalanya ?. Sangat mudah untuk menentukan apa penyebab hipotermia. Yang pertama adalah cuaca yang terlalu dingin dan terpapar air atau angin dingin yang kencang dalam durasi cukup lama. Karena itu, masyarakat yang terdampak banjir bandang sangat berpotensi untuk terkena hipotermia karena mereka mendapat beberapa pemicu sekaligus, yakni air hujan, banjir, serta angin yang dingin.

Mereka yang terus-menerus terkena air dan angin dingin dari wilayah bercuaca ekstrem akan mengalami gejala hipotermia berupa:

1.Menggigil. Kondisi ini terjadi sebagai mekanisme tubuh melawan suhu ekstrem. Dengan menggigil, panas tubuh akan dihasilkan melalui gerakan otot yang meningkat.2.Napas menjadi pendek dan lambat.3.Denyut nadi melemah.4.Bicara meracau.5.Lemas serta mulai kehilangan kesadaran.Dan pada bayi, kulit terlihat merah dan sangat sangat dingin.

Bagaimana Cara Mengatasi Hipotermia ?. Ketika masyarakat terdampak banjir sudah telanjur terkena hipotermia, ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan. Pertama, bungkus tubuh dengan pakaian kering yang tebal dan selimut. Tak apa-apa bila Anda mengenakan pakaian berlapis-lapis. Semakin banyak kain yang digunakan, semakin cepat suhu tubuh Anda meningkat.

Kedua, jika kondisinya memungkinkan, pergilah ke tempat yang lebih hangat, misalnya ruangan berpenghangat elektrik ataupun ruangan yang ada perapiannya. Perlu diingat, apabila penderita hipotermia sudah tak sadarkan diri, jangan paksakan untuk diberi minuman hangat apa pun. Itu karena mereka bisa berisiko tersedak dan makin memperburuk keadaan.

Bagaimana Mencegah Hipotermia ?.Menurut dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter, masyarakat yang tengah berada di wilayah bercuaca ekstrem atau yang terdampak banjir bandang, sebaiknya melakukan langkah-langkah ini untuk mencegah terserang hipotermia:

1.Selalu kenakan jaket atau pakaian berlapis di dalam maupun di luar rumah. Semakin lama Anda berada di luar rumah, berarti makin tebal pakaian yang Anda butuhkan.

2.Hindari berada di dalam air banjir terlalu lama. Bila kondisi mengharuskan Anda berada di dalam air banjir, setidaknya jangan langsung terpapar tubuh. Gunakan mantel anti air dan sepatu boot.

Dan, jika memang tidak harus keluar ruangan, usahakanlah berada di dalam rumah saja sambil mengonsumsi minuman atau makanan hangat agar kondisi tubuh tetap terjaga.

Tak cuma common cold yang mesti diwaspadai saat musim hujan dan banjir melanda, gejala-gejala hipotermia pun wajib Anda perhatikan sebelum berakibat fatal! Usahakanlah agar tubuh selalu dalam keadaan hangat dengan mengenakan jaket serta minumlah minuman hangat berkhasiat secara rutin, seperti wedang jahe. Bila perlu, konsumsi vitamin C agar daya tahan tubuh meningkat dan tak mudah sakit.[Sumber : klikdokter.com].