Berita Bethel
Penulis: Pram (24/12/2019)
Bethlehem Bersolek Menjelang Natal


Sorak – sorai kegembiraan Natal di Manger Square Kota Bethlehem, Israel, pada Senin, 23 Desember 2019, sudah terdengar. Para jamaah secara berkerumun memenuhi kota tempat lahirnya Yesus. Masyarakat lokal sibuk membuat persiapan terakhir perayaan Natal dan tahun baru.

Situs reuters.com menulis, di Kota Bethlehem tiga hari sebelum perayaan puncak Natal, anak-anak berdandan ala Santa Claus, sesekali terdengar bunyi lonceng di College des Freres, yakni sebuah tempat yang berlokasi di pasar pusat kota Bethlehem.

Menjelang perayaan Natal, Kota Bethlehem sudah bersolek. Dekorasi liburan dan cerita kelahiran Yesus menghias hingga ke gang-gang sempit.

Beberapa tempat indah yang diincar pengunjung di Kota Bethlehem adalah Gereja Kelahiran yang sudah berusia 400 tahun. Gereja itu dibangun di atas sebuah gua yang diyakini tempat Yesus lahir. Tempat lainnya adalah pohon Natal setinggi 16 meter yang terletak di Manger Square.

Rencananya pada Selasa, 24 Desember 2019, waktu setempat atau pada malam Natal, Uskup Agung, Pierbattista Pizzaballa, akan memimpin sebuah prosesi dari Kota Yerusalem ke sekitar Kota Bethlehem yang puncaknya adalah misa pada malam Natal di Gereja Kelahiran.

Kota Bethlehem akan bernuansa Natal hingga awal tahun baru. Pasalnya, pemeluk Kristen Orthodox akan merayakan Natal pada 7 Januari 2020. Sedangkan umat Kristen di Armenia merayakan Natal pada 18 Januari 2020.

Pada tahun ini, Natal juga membawa kegembiraan pada masyarakat Palestina di Tepi Barat, sebuah wilayah yang diduduki oleh Israel dan memisahkan Yerusalem dengan sebuah barikade militer. Tingkat kunjungan turis dalam dua dekade terakhir di Bethlehem meningkat, dimana sebagian besar turis dari luar negeri yang memanfaatkan redanya ketegangan Israel – Palestina.

Pada Minggu, 22 Desember 2019, Pemerintah Israel mengatakan akan mengizinkan umat Kristen yang tinggal di Jalur Gaza untuk datang mengunjungi Kota Bethlehem dan Yerusalem saat Natal. Padahal sehari-hari mereka tidak diperkenankan memasuki dua kota itu. [Sumber : tempo.co].