Berita Bethel
Penulis: Pram (07/07/2019)
Berhala di Dalam Hidup


“Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku” (Keluaran 20:3). Ini lah hukum pertama dari hukum taurat—“janganlah ada berhala di dalam hidupmu!” Kita seringkali berpikir bahwa berhala adalah ketika kita sujud menyembah kepada sebuah patung. Namun sesungguhnya, berhala juga adalah ketika kita menjadikan hal lain (apa pun itu) lebih penting dibandingkan Tuhan.

Di dalam dunia ini, semua orang pasti menyembah sesuatu, tetapi terkadang kita tidak sadar akan apa yang sedang kita sembah. Banyak orang yang secara tidak sadar menyembah usaha mereka, uang mereka, pasangan mereka, keluarga mereka, atau bahkan diri mereka sendiri. Tentu tidak ada salahnya jika kita memiliki usaha yang maju, uang yang banyak, pasangan yang baik, dan keluarga yang harmonis—namun hal-hal ini bisa menjadi sesuatu yang jahat di mata Tuhan jika hal-hal ini merengut hati kita dari Tuhan. Tuhan menegaskan bahwa Dia tidak tertarik untuk menjadi nomor 2 di dalam hidup kita; Dia hanya tertarik untuk menjadi nomor satu.

“Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.” (Matius 22:37-38)

Kebenarannya, Tuhan memiliki tujuan yang baik ketika Dia melarang kita untuk memiliki berhala, yaitu untuk memberikan kepuasan dan kebahagiaan sejati kepada kita.

“Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.” (Matius 6:19-21)

“Jawab Yesus kepadanya: Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi, tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.” (Yohanes 4:13-14)

“Berhala bangsa-bangsa adalah perak dan emas, buatan tangan manusia, mempunyai mulut, tetapi tidak dapat berkata-kata, mempunyai mata, tetapi tidak dapat melihat, mempunyai telinga, tetapi tidak dapat mendengar, juga nafas tidak ada dalam mulut mereka. Seperti itulah jadinya orang-orang yang membuatnya, semua orang yang percaya kepadanya.: (Mazmur 135:15-18)

Tuhan mengerti bahwa hanya Dia lah yang dapat memuaskan jiwa manusia dan memberikan kebahagiaan sejati kepada manusia. Manusia seringkali keliru, mereka berpikir mereka bisa bahagia di luar Tuhan—maka itu mereka mencari kepuasan dari dosa, dari manusia lain, dari popularitas, dari kekayaan, dari takhta—namun sesungguhnya hal-hal ini tidak akan pernah dapat sungguh-sungguh mengisi kekosongan di dalam diri manusia.

Teman-teman, kita mengasihi Tuhan karena Tuhan telah terlebih dahulu mengasihi kita. Kita melayani Tuhan karena Tuhan telah terlebih dahulu melayani kita. Kita menjadikan Tuhan prioritas nomor satu karena Tuhan telah terlebih dahulu menjadikan kita prioritas-Nya ketika Dia mengirimkan Anak-Nya yang tunggal untuk menyelamatkan kita. Tuhan sangat amat mengasihimu dan Dia ingin memiliki hubungan cinta kasih denganmu. “Maka kamu akan menjadi umat-Ku, dan Aku akan menjadi Allahmu” (Yeremia 30:22).

Jika kamu ingin menemukan kebahagiaan, kekuatan, ketenangan, kepuasan, dan pengharapan sejati di dalam hidup—maka berhentilah menyembah berhala, dan mulailah menyembah Tuhan di dalam hidupmu! God loves you!. [Sumber : gracedepth.com].