Berita Bethel
Penulis: Pram (24/06/2017)
Keberanian yang Berisiko


Setibanya di Yerusalem Saulus mencoba menggabungkan diri kepada murid-murid, tetapi semuanya takut kepadanya, karena mereka tidak dapat percaya bahwa ia juga seorang murid. (Kisah Para Rasul 9:26).



Seorang laki-laki dengan penampilan cukup sangar nampak mengiringi pelayanan seorang hamba Tuhan dari gereja lokal tertentu. Jujur saja, melihat penampilannya, saya sempat ragu apakah orang itu sungguh-sungguh telah bertobat.



Pandangan saya pun mulai berubah ketika sang hamba Tuhan menceritakan pertobatan laki-laki tersebut. Peristiwa itu membuat saya belajar untuk tidak mudah menghakimi orang berdasarkan masa lalunya.



Perikop yang kita baca hari ini terjadi pada awal pertobatan Saulus. Ia baru saja tiba di Yerusalem dari pelariannya di Damsyik. Setibanya di Yerusalem, Saulus ingin bergabung dengan para murid tetapi mereka tidak begitu saja menerimanya. Mungkin mereka takut, ragu, khawatir, atau curiga atas pertobatan Saulus berkaitan dengan masa lalunya.



Untunglah di sana ada Barnabas, yang membawa Saulus kepada para rasul, sehingga akhirnya mereka dapat menerimanya, bahkan memperbolehkan dia mengajar (ay. 28). Keputusan yang sebenarnya berisiko karena jika kekhawatiran para murid terbukti, Barnabas tentu akan disalahkan oleh banyak orang.



Dalam hidup ini, seburuk apa pun masa lalu seseorang, masih ada kemungkinan untuk berubah. Sejarah membuktikan bahwa Allah bisa mengubah karakter orang yang paling buruk sekalipun dan memakai orang yang sama untuk memuliakan Dia.



Jika "orang itu" ada di sekitar kita apakah kita berani menerimanya, seperti yang pernah Barnabas lakukan?.. Jika YA, berdoalah supaya tindakan sederhana yang kita lakukan dapat mengawali tergenapkannya rencana Allah dalam diri orang tersebut.[Sumber : alkitab.mobi/renungan/rh. Foto : Istimewa].



ALLAH LEBIH TERTARIK PADA MASA DEPAN SESEORANG DIBANDINGKAN DENGAN MASA LALUNYA.