Berita Bethel
Penulis: Pram (27/02/2017)
Kerja Sama Indonesia-Australia IACEPA Diharapkan Tidak Mubazir


Jakarta - Kerja sama ekonomi Indonesia dan Australia atau Indonesia Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IACEPA) diharapkan bisa bermanfaat bagi Indonesia. Jangan sampai mubazir sebagaimana pada era 1990-an, yakni seperti Kerja Sama Australia-Indonesia atau Australia Indonesia Development Area (AIDA).



Hal ini disampaikan pemerhati Indonesia-Australia Ferdi Tanoni dari Perth,Australia Barat, Minggu (26/2) menanggapi prospek kerja sama Indonesia-Australia yang baru dibahas Presiden RI Joko Widodo dan Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull di Sydney.



Sebagaimana diketahui Presiden Joko Widodo mengadakan kunjungan kerja pada 25-26 Pebruari ke Australia guna mematangkan kerja sama ekonomi dan perdagangan Indonesia-Australia dalam kerangka IACEPA.



Ferdi mendukung pola kerja sama tersebut dan diharapkan bisa bermanfaat bagi kedua negara. Namun,Tanoni yang pernah ditunjuk sebagai Sekretaris Working Party dari Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam merancang bidang kerja sama ekonomi, perdagangan dan investasi Australia-Indonesia yang dikenal dengan nama AIDA pada era 1990-an ini, mengharapkan agar kerja sama dalam IACEPA ini nasibnya tidak mubazir seperti AIDA.



Padahal, kata dia, apa yang dirancang dalam AIDA sangatlah komprehensif dan saling melengkapi serta menguntungkan bagi rakyat di kedua negara.“Pola kerja sama yang digagas melalui AIDA itu hilang begitu saja. Jangan sampai kerja sama karena ada unsur politis tertentu sehingga mengaburkan persoalan substansial kedua negara,” katanya.



Dia menambahkan bahwa pada waktu itu Australia mengsulkan kerja sama AIDA ketika sedang ramainya isu Perjanjian Celah Timor dan pembagian hasilnya yang sangat merugikan Indonesia.



Untuk itu, kata dia, agar kerja sama IACEPA ini juga tidak ada maksud terselubung dari Australia untuk membungkam isu Petaka Tupahan Minyak Montara 2009 yang ditutupi Australia dan PTTEP.



“Apalagi, ini telah mengorbankan kesejahteraan lebih sertus ribu masyarakat pesisir di Timor Barat dan Nusa Tenggara Timur ini,” tegas Ferdi.Untuk itu, Ferdi telah mengusulkan secara resmi kepada Pemerintah Indonesia agar dapat segera membentuk sebuah tim kerja kecil gabungan pejabat pemerintah dan masyrakat korban Montara yang berjumlah tidak lebih dari tujuh orang.



Tim ini secara aktif bekerja guna merealisasikan komitmen pemerintah Australia dan berbagai pihak lainnya kepada masyarakat korban Montara.Janji Pemerintah Australia yang disampaikan secara tertulis tersebut, kata Ferdi, ditandatangani Menteri Perindustrian Australia Ian McFarlane dan Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop atas nama Perdana Menteri Australia.



Isinya tentang kesediaan kerja sama Pemerintah Australia untuk menyelesaikan Petaka Tumpahan Minyak Montara 2009 tersebut.



[Sumber : suarapembaruan/beritasatu.com-Foto : Presiden Joko Widodo (tengah) berjalan melewati pasukan kehormatan didampingi Gubernur Jendertal Australia Peter Cosgrove (kanan) saat tiba di Admiralty House di Sydney, Australia, Minggu 26 Februari 2017. (AFP)]