Berita Bethel
Penulis: Pram (26/12/2016)
Momentum Kelahiran Yesus Kristus


“Ketika raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem” (Matius 2:3). ARTI DARI KATA MOMENTUM adalah saat yang tepat. Kelahiran Tuhan Yesus di zaman Herodes merupakan saat yang tepat (± 4 SM). Dari pihak Allah sendiri hal ini tidak perlu dimasalahkan. Bahkan nubuatan tentang kedatangan sosok Kristus sebagai Mesias telah disampaikan lewat kitab para nabi (bnd. Yes. 11; Mikha 5;2).



Tapi ironisnya ketika raja Herodes mendengar mengenai berita raja orang Yahudi akan lahir, ia terkejut. Bukan hanya Herodes saja yang terkejut tapi seluruh Yerusalem (ay. 3). Kata “terkejut” (Yunani tarraso) berar ti juga gelisah, terganggu, dan menakutkan.



Herodes lalu memanggil para imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi guna meminta keterangan dari mereka (ay. 4). Seper tinya mereka tahu akan nubuatan tersebut tapi tidak tahu kapan itu terjadi. Seakan-akan yang dikatakan ahli kitab itu sebenarnya orang-orang majus dari timur, karena mereka tahu momentum kelahiran Tuhan Yesus.



Ada satu per tanyaan yang menarik, pertanyaan itu adalah, “mengapa mereka bisa terkejut” ?. Apakah karena mereka benar-benar tidak tahu sama sekali akan kelahiran bayi Yesus di Yerusalem ?.  Ataukah mereka tidak siap dengan kedatangan Yesus sebagai raja orang Yahudi ?.



Menurut sejarah Herodes Agung, raja Yahudi pada 40-4 SM, lahir tahun 73 SM. Ayahnya, Antipater, seorang Yahudi keturunan Idumea. Herodes Agung sangat senang dengan kedudukan dia sebagai raja atas orang Yahudi. Salah satu upaya Herodes mengambil hati orang Yahudi dengan cara membangun kembali Bait Allah.



Tapi bagaimanapun orang Yahudi sulit untuk menerima dia sebagai raja karena secara garis keturunan adalah orang Edom. Meskipun Herodes beragama Yahudi, dia tetap melakukan praktek sinkretisme dengan cara membangun kuil-kuil dan patung dewa. Secara psikologi Herodes ini memiliki jiwa psikopat dan paranoid gara-gara sindrom atas kedudukannya sebagai raja.



Sehingga darah dagingnya sendiri dibunuh karena dicurigai hendak merampas kedudukannya. Makanya tidak heran lagi ketika orang-orang majus datang dan membawa berita tentang kelahiran raja orang Yahudi, dia terkejut, jiwanya terganggu. Bukan hanya Herodes tapi seluruh Yerusalem.



Ternyata mereka belum siap akan kedatangan bayi Yesus di Yerusalem sebagai raja orang Yahudi. Padahal bagi Allah itu merupakan momentum yang tepat.Melalui peringatan akan momentum kelahiran Tuhan Yesus, apakah kita benar-benar siap menyambut Dia sebagai raja atas hidup kita ?.



Atau sebaliknya sikap kita seper ti Herodes yang belum siap? Jangan sampai kenyaman hidup yang kita nikmati saat ini, selayakanya seper ti raja Herodes dengan segala fasilitasnya, membuat kita tidak siap menantikan momentum kedatangan Tuhan ke dua kali sebagai Raja. [Sumber : R.A.B - Donny Chandra, M.Th, MM/Foto : Natal di Bethlehem, Palestina-Istimewa].



“Yesus lahir di hati kita dengan maksud supaya Dia menjadi raja atas hidup dan dituntun pada kehidupan yang berkualitas.”