Berita Bethel
Penulis: Pram (11/02/2021)
Kudeta Myanmar: AS jatuhkan sanksi terhadap para pemimpin militer


Presiden Amerika Serikat Joe Biden menyetujui perintah eksekutif untuk menjatuhkan sanksi terhadap para pemimpin kudeta Myanmar.Sanksi dijatuhkan terhadap para pemimpin militer, keluarganya, dan bisnis yang terkait dengan mereka.AS juga mengambil langkah memblokir akses militer terhadap dana pemerintah Myanmar yang disimpan di AS senilai US$1 miliar atau Rp14 triliun.



Sanksi itu dijatuhkan ketika seorang perempuan yang tertembak di kepala saat berunjuk rasa menentang kudeta meregang nyawa di sebuah rumah sakit di ibu kota Nay Pyi Taw.Mya Thwe Thwe Khaing terluka pada Selasa (09/02) ketika polisi berupaya membubarkan pengunjuk rasa menggunakan meriam air, peluru karet dan peluru tajam.



Pegiat HAM mengatakan luka yang dialami perempuan itu konsisten dengan luka akibat peluru tajam.Ribuan ribu orang turun ke jalan berunjuk rasa menentang kudeta pekan lalu, yang menggulingkan Aung San Suu Kyi, pemimpin de facto Myanmar - negara yang juga dikenal sebagai Burma - meskipun larangan kerumunan dan jam malam diterapkan baru-baru ini.



Sejumlah orang dilaporkan mengalami cedera serius imbas dari aksi polisi yang memperkuat penggunaan kekuatannya, namun sejauh ini tak ada korban jiwa.Militer telah melakukan penggerebekan dan melakukan lebih banyak penangkapan di tengah aksi protes dan demonstrasi yang terus berlanjut.



Penangkapan baru-baru ini termasuk terhadap pejabat pusat dan pemerintah daerah yang bekerja untuk komisi pemilihan umum, yang menolak mendukung tudingan militer terkait kecurangan pemilu pada November lalu.Pemilu itulah yang membawa partai Liga Nasional untuk Perdamaian (NLD), yang dipimpin Suu Kyi, ke tampuk kekuasaan.[Sumber : bbc.com].