Berita Bethel
PELATIHAN


Pelatihan Pertanian Vertikal dan Kursus Kecantikan. Biro Pemberdayaan Ekonomi Jemaat Badan Musyawarah Antar Gereja Nasional (Bamag Nasional) telah mengadakan pelatihan masing-masing pertanian vertikal dan kursus kecantikan di berbagai wilayah di tanah air yaitu Manado, Ambon, Medan, Depok, Bogor, Solo, Pulau Seram.



Pelatihan dalam durasi waktu 6 kali pertemuan selama 2 jam per pertemuan. Sistem pertanian vertikal cocok untuk penanaman tanaman pada lahan yang terbatas seperti di kawasan perkotaan. Beberapa keunggulan sistem ini yaitu secara kuantitas, produksi meningkat secara jangka panjang. Secara jangka pendek, lebih cepat berproduksi, masa produksi puncak serta umur peremajaan kebun lebih lama.



Secara kualitas, mampu menaikan kualitas (rasa, aroma, rendemen), keawetan hasil panen dan bebas dari senyawa-senyawa yang berbahaya bagi kesehatan. Dari sisi lingkungan, sistem ini ramah Lingkungan. Lingkungan khususnya lahan tetap terjaga semua parameter kesuburannya sehingga produktivitas kebun secara jangka panjang tetap terjaga.



Masalah keterbatasan pangan dan energi bersifat global. Presiden Susilo Bambang Yudoyono saat membuka konfrensi tingkat tinggi ke 18 Asean mengatakan semakin pesatnya pertumbuhan penduduk dunia menciptakan kompetisi antar negara untuk memperoleh sumber-sumber penghidupan yang jumlahnya terbatas.



Perebutan pangan dan energi akan menjadi kompetisi global yang perlu disikapi sebagai tantangan Asean ke depan (Kompas, 8 Mei 2011). ADB (Bank Pembangunan Asia) mengingatkan pemimpin Asia untuk mewaspadai kenaikan harga pangan yang akan menekan puluhan juta kaum miskin di dunia. Bank ini mencatat harga energi meningkat 5 persen pada Februari 2011 dan Harga bahan pangan meningkat 13 persen, berdasarkan laporan perkembangan ekonomi triwulan I ADB Maret lalu.



Presiden Bank Dunia, Robert B. Zoellick di Washington, 14 April 2011 mengatakan bahwa berdasarkan data FAO, saat ini terdapat 1,02 miliar penderita mal nutrisi di dunia. Jumlah mereka yang menderita semakin banyak dan juga jumlah mereka yang akan menjadi miskin juga meningkat karena tingginya harga makanan, Pernyataan Zoellick itu disampaikan kepada wartawan di Jakarta, melalui siaran pers resmi pada Sabtu (16/4/2011).



Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian, Februari lalu menyampaikan data sebanyak 100 kabupaten dari 504 kabupaten/kota se-Indonesia, memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap ketahanan pangan. Indikatornya, antara lain menyangkut aspek ketersediaan pangan, akses terhadap pangan, dan kerentanan terhadap kerawanan pangan. Indonesia memiliki 504 Kabupaten/Kota.



Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data bahwa penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan) di Indonesia mencapai 28,07 juta orang (11,37 persen), berkurang sebesar 0,52 juta orang dibandingkan dengan penduduk miskin pada September 2012 yang sebesar 28,59 juta orang (11,66 persen).



Edisi terakhir dari laporan Food Price Watch yang dirilis Bank Dunia, jika harga bahan pangan meningkat setinggi 10 persen lagi, maka hal ini dapat menyebabkan tambahan sebanyak 10 juta orang yang akan hidup dengan di bawah garis kemiskinan dengan 1.25 dolar AS.



Sementara peningkatan harga bahan pangan sebesar 30 persen dapat menyebabkan peningkatan jumlah penduduk miskin sebanyak 34 juta. Angka ini merupakan tambahan dari 44 juta orang yang telah terdorong ke dalam kemiskinan sejak Juni tahun lalu. Bank Dunia memperkirakan ada sekitar 1.2 miliar orang hidup di bawah garis kemiskinan sebesar 1.25 dolar per hari.



Konferensi Tingkat Tinggi Milenium oleh 189 negara anggota Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) di New York pada bulan September 2000 mendeklarasikan Millennium Development Goals (MDGs) atau “Tujuan Pembangunan Milenium” .



Millennium Development Goals (MDGs) adalah sebuah paradigma pembangunan global.Deklarasi ini merupakan kesepakatan anggota PBB mengenai sebuah paket arah pembangunan global yang dirumuskan dalam beberapa tujuan yaitu:



Menanggulangi Kemiskinan dan Kelaparan,mencapai pendidikan dasar untuk semua,mendorong Kesetaraan gender, dan pemberdayaan perempuan,menurunkan angka kematian anak,meningkatkan kesehatan ibu,memerangi HIV/AIDs, malaria dan penyakit menular lainnya,memastikan kelestarian lingkungan hidup, dan membangun kemitraan global untuk pembangunan.Ledakan Penduduk pada periode 2011-2021 akan mengakibatkan peningkatan permintaan pangan tinggi dan luas lahan yang semakin menyempit.



Selain pelatihan diatas, Biro Pemberdayaan Ekonomi Jemaat Bamag Nasional telah menggelar pelatihan-pelatihan di Juliet Coffee, Jl. Margonda Raya, Depok, Jawa-Barat :



1.Pembuatan coklat (Kamis, 6 kali pertemuan, jam 10.00-12.00 Wib). 2.Kecantikan (Jumat, 6 kali pertemuan, jam 09.00-11.00 Wib, bersertifikat). Materi-materi kelas kecantikan terdiri dari Kelas Make Up :Pengenalan Alat, Pengenalan Bentuk Wajah, Dasar Make Up, Praktek 1, Praktek 2, Ujian Kelas Skin Care, Pengertian Facial , Pengenalan Alat Facial, Anatomi Kulit, Praktek 1, Praktek 2, Ujian.



Jenis pelatihan-pelatihan lainnya yaitu kelas teknik mesin pendingin, design grafis, pembuatan Web dan Blog, membuat kue/makanan. Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi Biro Pemberdayaan Ekonomi Jemaat : Rio Siby, S.Th (Hp no. 085282812177 / E-mail : riosiby@gmail.com). [pr]