Berita Bethel
Penulis: Pram (29/06/2016)
Bamag Nasional Ikut Membangun Kerukunan Umat Beragama


Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI hadir mewakili Menteri Agama untuk menutup Rakernas I Bamag Nasional di Jakarta (Rabu, 29/6). Mengawali sambutan singkatnya, ia mengatakan saat ini Indonesia menjadi contoh bagi kerukunan umat beragama.



Menurutnya hal itu didukung oleh kearifan, akal pikir, hati yang luar biasa meskipun banyak hal yang bervariasi. Namun, kebersamaan ini mewujudkan persatuan dan kesatuan. Ia mengajak semua pihak untuk semakin meningkatkan kerukunan umat beragama.



Meskipun diakuinya bahwa kondisi kerukunan masih dinamis dan fluktuatif. "Kita bisa hal itu bisa diselesaikan karena kearifan kita. Benar, ada "riak-riak kecil" seperti perbedaan pendapat," ujarnya.



Lebih lanjut, Sek Jend menegaskan Bamag Nasional adalah kelompok strategis dalam membangun kerukunan umat beragama. Dengan demikain, Bamag Nasional bisa menjadi agen-agen pengembangan interen dan antar umat beragama dalam hal kerukunan.



Selain itu, (Bamag Nasional) menjadi wadah untuk mengembangkan arus utama kehidupan beragama. "Kehidupan beragama bisa memberikan rahmat bagi pemeluk internal dan pemeluk agama lainnya,"tegasnya.



Sek Jend Kementerian Agama menambahkan, Bamag Nasional bisa membantu Kementerian Agama dalam hal pengembangan dan pengamalan beragama. Sebab menurutnya, Pemerintah tidak bisa mencapai hal itu sendirian.



Sebelum mengakhiri sambutannya, Sek Jend mengajak para peserta untuk meningkatkan pemahaman, pengamalan beragama dan meningkatkan kerukunan umat beragama. Sehingga terwujud negara Indonesia menjadi negara yang gemah ripah loh jinawi, tentrem kartaraharja (makmur, damai sejahtera).



Usai sambutan, Pdt. Japarlin Marbun mengenakan ulos kepada Sek Jend dengan didampingi Pnt. Saur Hasugian (Ketua Dewan Pembina) Bamag Nasional.



Ibadah penutup dilayani Ketum Bamag Nasional dengan mengutip nats Yohanes 9 : 4. Nats itu dituliskan usai Yesus menyembuhkan orang buta sejak lahir. Kembali Ketum Bamag Nasional mengingatkan tentang fokus Bamag Nasional yaitu mewujudkan persatuan dan kesatuan umat.



"Apapun yang kita kerjakan harus bermuara kepada jawaban Tuhan Yesus agar semua menjadi satu, meski kita harus bekerja-keras", pesan Pdt. Japarlin.Selanjutnya, ia menambahkan problem terbesar para murid-Nya adalah soal siapakah yang terbesar (senior, berpengaruh) diantara mereka.



Pdt. Japarlin mengamati perbedaan (persoalan) ini masih ada hingga kini. Sehingga belum terlihat kesatuan yang utuh. Bamag Nasional dipanggil untuk mewujudkan kesatuan yang utuh.



"Bamag Nasional ada untuk menjawab doa Yesus agar umat Kristiani menjadi satu.Tugas utama gereja adalah selesaikan Amanat Agung. Doa agar Tuhan memberikan kemampuan, keteguhan hati, tidak mudah menyerah kepada hambatan, tantangan", tegasnya.



Dengan nada memotivasi, ia pun berpesan selagi Tuhan masih berikan kemampuan, kesehatan, mari kita bekerja (keras), selagi hari belum malam (selagi ada kesempatan, masih sehat).



"Kesatuan dimulai dari internal dan semakin luas agar dunia menjadi percaya. Yesus tersenyum dari Surga melihat persatuan dan kesatuan di bumi ini, orang percaya saling bersatu untuk kemuliaan nama Tuhan," pungkasnya.



Tepat jam 12.35 WIB, Rakernas I Bamag Nasional berakhir. Peserta menikmati makan siang bersama dan bersiap-siap meninggalkan area Rakernas I untuk kembali ke daerah masing-masing. Selamat Jalan dan Selamat Melayani.