Berita Bethel
Penulis: Pram (10/01/2019)
Sekum Hadiri Natal Nusantara PEWARNA


Bersama Ormas Kristen, Pewarna [Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia] sukses mengadakan Perayaan Natal Nusantara di Rehobot Ministry, MAG, Jakarta-Utara [Rabu, 9/1]. “Kejarlah Damai Sejahtera dan Hidup Saling Membangun” merupakan tema acara ini.



Hadir masing-masing Asosiasi Pendeta Indonesia (API), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Forum Musyawarah Antar Gereja (FORMAG), Badan Musyawarah Antar Gereja Nasional (BAMAGNAS), Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI), Garda Mencegah Dan Mengobati (GMDM), PPHKI, Lembaga Pekabaran Injil Nusantara dan Lembaga Aras. Jumlah kehadiran mencapai sekitar 400-an orang.



Acara dimeriahkan oleh persembahan pujian dari STT Sunsugos, STT Pokok Anggur dan mantan penyanyi cilik Indonesia, Tina Toon. Ia mempersembahkan pujian yang berjudl “Hidup Ini Adalah Kesempatan”.



“Mudah-mudahan di tahun ini kita bisa setia melayani lebih lagi untuk Tuhan dan sesama,” ujar Tina sebelum membawakan pujian berjudul “Hidup Ini Adalah Kesempatan”.



Di sela-sela ibadah, sejumlah pimpinan Aras, ormas Kristen, Pembimas Kristen Kemenag DKI Jakarta maupun gereja turut dalam prosesi terang lilin dengan iringan lagu “Malam Kudus” yang dinyanyikan oleh Clara Panggabean.



Para perwakilan terdiri dari Bamag Nasional, Pdp. Hence Bulu, MTh [Sekretaris Umum, foto paling kiri depan], Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Pdt. Haposan Sianturi dan Pdt. Dantje Wulur yang mewakili Persekutuan Gereja-gereja Pentakosta di Indonesia (PGPI).



Untuk PGLII diwakilkan oleh Pdt. R.B. Rory. Sedangkan dari MUKI, diwakili langsung oleh Ketua Umum Djasarmen Purba. Ikut dalam prosesi itu pula Pdt. Brigjen TNI AD (Purn) Harsanto Adi yang mewakili API serta Ketua Umum PEWARNA Indonesia Yusuf Mujiono.



Sementara itu untuk gereja, diwakili oleh Ketua Sinode Gereja Suara Kebenaran Injil (GSKI) Pdt. Erastus Sabdono. Dari GMDM, Pdt. Jeffry Tambayong.



Pendeta Erastus Sabdono menyampaikan refleksi Natal dengan inti kotbah soal seputar hidup dalam damai sejahtera di dalam Tuhan.Pdt. Erastus juga menguraikan tentang hidup yang berkenan di dalam Tuhan.



Dengan tegas ia menggaris bawahi, bahwa mustahil untuk mencapai sebuah kedamaian tanpa melalui cara-cara yang dikehendaki Tuhan, yakni sebuah kerinduan untuk hidup dengan berkaca pada karakter-Nya.



“Tidak mungkin kita memiliki damai Tuhan kalau kita tidak memiliki karakter-Nya,” tegasnya.Pendeta Erastus mengingatkan agar pewarta Kristen, khususnya PEWARNA Indonesia tentang panggilannya dalam membangun umat melalui karya.



Meski pun, lanjutnya, mewartakan di tengah kondisi keterbatasan.“PEWARNA harus memiliki peran, sebab tulisanmu bisa lebih tajam dari khotbah pendeta di mimbar.



Saya mengerti kondisi mereka, sebab beberapa kali saya bersama mereka dalam beberapa kesempatan. PEWARNA harus cerdas dan berhikmat.



Stephanie Erastus mempersembahkan pujian “Hanya Satu Kerinduanku”, lagu yang syairnya berisi ajakan untuk memerangi peredaran narkoba dinyanyikan oleh GMDM, pimpinan Pdt. Jeffry Tambayong.



Doa bagi persatuan bangsa menutup seluruh rangkaian acara. Sesi selajutnya ialah ramah-tamah dan makan malam bersama. Selamat & Sukses.