Berita Bethel
Penulis: Pram (12/12/2018)
Bersyukur Adalah Kunci


“Selang beberapa waktu isteri tuannya memandang Yusuf dengan berahi, lalu katanya: “Marilah tidur dengan aku.” Tetapi Yusuf menolak dan berkata kepada isteri tuannya itu: “Dengan bantuanku tuanku itu tidak lagi mengatur apa yang ada di rumah ini dan ia telah menyerahkan segala miliknya pada kekuasaanku, bahkan di rumah ini ia tidak lebih besar kuasanya dari padaku, dan tiada yang tidak diserahkannya kepadaku selain dari pada engkau, sebab engkau isterinya. Bagaimanakah mungkin aku melakukan kejahatan yang besar ini dan berbuat dosa terhadap Allah?”” (Kejadian 39:7-9)

Saya yakin kita semua pasti sudah sering mendengar kisah bagaimana Yusuf menolak ajakan isterinya Potifar. Namun, apakah ada yang pernah memperhatikan alasan Yusuf dalam menolak ajakan isterinya Potifar tersebut?

Yusuf menolak isterinya Potifar bukan karena dia tidak menyukai isterinya Potifar, bukan karena dia takut ketauan, dan bukan karena dia tidak tergoda; melainkan, karena dia tau yang namanya bersyukur.

Yusuf menyadari betul bahwa Potifar dan Tuhan telah memberikan berkat-berkat yang begitu luar biasa di dalam hidupnya. Maka itu ia tidak ingin mengecewakan mereka—ia tidak mau mengecewakan Potifar dengan melakukan hal mesum bersama isterinya, dan ia tidak mau mengecewakan Tuhan dengan melakukan dosa hawa nafsu.

Kebenarannya, orang-orang yang mampu mengalahkan dosa-dosa di dalam hidupnya bukanlah orang-orang yang disiplin, melainkan orang-orang yang mampu bersyukur kepada Tuhan. Semakin sadar kita akan kebaikan Tuhan di dalam hidup kita, maka semakin mampu kita melakukan perintah-perintah-Nya. Begitu pula kebalikannya, semakin tidak sadar kita akan kebaikan Tuhan, maka semakin sulit kita dapat taat kepada kehendak-kehendak Tuhan.

“Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.” (1 Tesalonika 5:18)

“Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita.” (Efesus 5:20)

“Bertekunlah dalam doa dan dalam pada itu berjaga-jagalah sambil mengucap syukur.” (Kolose 4:2). Tuhan terus menerus mengingatkan kita untuk bersyukur di dalam keseharian kita. Mengapa? Karena Dia tau akan betapa pentingnya perasaan bersyukur di dalam hidup manusia. Sesungguhnya, bukan orang bahagia yang pandai bersyukur, melainkan orang yang suka bersyukurlah yang dapat menemukan kebahagiaan.

Kita semua memiliki pilihan setiap harinya: Untuk mengeluh kepada Tuhan atas hal-hal tidak enak yang terjadi, atau bersyukur kepada Tuhan atas kebaikan-kebaikan yang telah Dia berikan. Jika kita memiliki perspektif yang benar di dalam hidup (perspektif yang bersyukur), maka tentunya kita juga dapat memiliki hidup yang lebih baik. Tetapi jika kita memiliki perspektif yang salah di dalam hidup (perspektif yang tidak pernah bersyukur), maka kita tidak akan pernah menemukan kebahagiaan dan kepuasan yang selama ini kita cari-cari.

Oleh sebab itu, marilah kita semua menjadi orang-orang yang bersyukur. Daripada mengeluh kepada Tuhan atas hal-hal yang tidak kita miliki, lebih baik berseyukur kepada Tuhan ayas hal-hal yang saat ini kita miliki.[Sumber : gracedepth.com].