Berita Bethel
Penulis: Pram (24/07/2018)
Kolesterol Tinggi, Bolehkah Makan Daging ?


Ada yang bilang bahwa penderita kolesterol tinggi tak boleh makan daging, terutama daging merah. Bagaimana fakta medisnya ?. Memiliki kolesterol tinggi membuat orang harus membatasi segala jenis makanan. Ada yang tadinya rutin minum susu full-cream, tapi harus menghentikan konsumsinya gara-gara kolesterol.



Selain itu, daging juga dikatakan sebagai pencetus kolesterol sehingga banyak yang memutuskan untuk menghindarinya. Tapi, apa iya daging harus dijauhi sama sekali ?.



Daging memang merupakan salah satu makanan yang mengandung lemak tinggi. Tapi sebenarnya penderita kolesterol tinggi masih dapat mengonsumsi daging. Dengan catatan, Anda mengetahui cara memilih jenis daging yang tepat dan kiat mengolah daging yang sehat.



Untuk pilihan jenis daging, jika ada berbagai pilihan daging seperti daging sapi, daging kambing dan daging ayam, penderita kolesterol tinggi sebaiknya tidak memilih jenis daging sapi. Mengapa ?.



Dalam 85 gram daging sapi terdapat kandungan 179 kalori, 7,9 gram lemak dan 73 mg kolesterol. Pada jumlah yang sama untuk daging ayam, terdapat kandungan kalori sebanyak 162, lemak 6,3 gram dan kolesterol 76 mg.



Sedangkan pada daging kambing dengan jumlah yang sama memiliki kalori sebanyak 122 kalori, lemak 2,6 gram dan kolesterol 64 mg.Karena itu, jika Anda ingin mengonsumsi daging, pilihlah yang kandungan kolesterolnya paling rendah seperti daging kambing.



Bagaimana jika tidak ada? Anda bisa menggantinya dengan daging ayam, tapi sebaiknya buang kulitnya.Namun jika yang tersedia hanya daging sapi, Anda penderita kolesterol tinggi dapat menyiasatinya dengan memilih bagian lemak yang paling sedikit, yaitu pada potongan pinggang (sirloin) atau has dalam (tenderloin) yang lebih sedikit mengandung lemak.



Selain itu, teknik mengolah daging juga perlu diperhatikan agar kesehatan Anda tetap terjaga. Berikut beberapa tips pengolahan daging:Rebuslah daging sebanyak dua kali.



Air rebusan daging yang pertama dibuang setelah 30 menit dilakukan proses perebusan, lalu tambahkan lagi air untuk merebus dicampur dengan bumbu yang diinginkan.



Jika Anda ingin mengambil air kaldu dari rebusan daging, diamkan air rebusan tersebut di lemari pendingin selama satu hari. Setelah itu, lemak membeku yang berada di permukaan atasnya dapat Anda singkirkan dan hanya gunakan airnya saja.Olahlah daging dengan cara direbus atau dibakar dibandingkan dengan cara digoreng.



Bila Anda tetap ingin menggoreng atau menumis daging, disarankan untuk menggunakan minyak yang mengandung lemak tidak jenuh seperti minyak zaitun (extra light olive oil), minyak biji bunga matahari, minyak wijen atau minyak kanola.



Selain ketiga daging tersebut, Anda juga dapat mengonsumsi ikan untuk sehari-hari. Jenis ikan yang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol adalah ikan yang mengandung omega-3 seperti salmon atau tuna.



Tips Hidup Sehat. Di samping memperhatikan asupan makanan, Anda juga harus mengubah gaya hidup lainnya agar benar-benar terbebas dari kolesterol tinggi. Berikut tips hidup sehat yang dapat Anda terapkan:



Olahraga secara teratur. Usahakan untuk rutin olahraga setiap hari minimal 30 menit. Dengan aktivitas fisik yang teratur, kadar kolesterol di dalam tubuh Anda dapat terkontrol.



Kendalikan berat badan. Berat badan berlebih dapat meningkatkan kadar kolesterol di dalam tubuh.Cek kolesterol. American Heart Association menganjurkan pria dan wanita yang telah berusia 20 tahun ke atas untuk melakukan pemeriksaan kolesterol.



Bila semua hasil pemeriksaan kolesterol normal dan tidak ada penyakit apa pun, cek kolesterol direkomendasikan setiap 4-6 tahun sekali. Namun bila ada gangguan kesehatan seperti penyakit jantung koroner, stroke dan obesitas, kolesterol perlu diperiksa setiap 1-3 tahun sekali.



Penderita kolesterol tinggi memang perlu lebih berhati-hati dalam mengonsumsi daging. Namun dengan mengetahui cara memasak daging yang benar dan menjalankan pola hidup yang sehat, mereka mempunyai harapan untuk terhindar dari penyakit jantung dan gangguan kesehatan lainnya.[Sumber : klikdokter.com-dr. Dyah Novita Anggraini/Foto : Istimewa].