Berita Bethel
Penulis: Pram (17/05/2018)
Kerendahan Hati


Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama daripada dirinya sendiri. (Filipi 2:3). Rasanya sulit menemukan kerendahan hati. Sikap egosentris, didukung oleh perkembangan teknologi, semakin memudahkan orang untuk menyombongkan diri.



Melalui media sosial, misalnya. Ada orang yang sengaja mengunggah foto, video, atau status tertentu hanya untuk mencari pujian dan komentar.Firman Allah menekankan pentingnya kerendahan hati. Kita diajar untuk menyadari bahwa untuk menjadi berguna dan berbuah kita harus mengandalkan Tuhan.



Setiap umat diajak untuk meneladani Kristus yang mengosongkan diri, melepaskan identitas dan hak istimewa-Nya.Melihat ancaman yang berpotensi mengoyak kesatuan jemaat Filipi, Rasul Paulus memberikan nasihat tentang kerendahan hati.



Dalam terjemahan Bahasa Indonesia yang disederhanakan bunyinya, "Janganlah berbuat sesuatu hanya untuk menyenangkan diri sendiri, atau supaya orang lain menganggap kalian hebat. Sebaliknya, kalian harus bersikap rendah hati satu sama lain dan selalu menganggap orang lain lebih baik daripada kalian sendiri." Di dalam Kristus sikap egosentris tidak mendapat tempat.



Sebaliknya, umat harus rela saling menasihati, saling menghibur, bersekutu dalam Roh, mengobarkan kasih, dan menempatkan orang lain di atas diri sendiri.Kerendahan hati itu seperti pohon yang merunduk karena sarat dengan buah yang masak.



Buah itu adalah kebijaksanaan, pengetahuan, dan pemahaman yang mendalam. Sebaliknya, pohon yang tak berbuah, kering, dan meranggas mengangkat dirinya tinggi-tinggi dengan omong kosong dan kesombongan. [Sumber : sabda.org/Foto : istimewa].



KESOMBONGAN MEMECAH-BELAH, KERENDAHAN HATI MEMPERSATUKAN.