Berita Bethel
Penulis: Pram (11/05/2018)
Memandang Berkat Tuhan dengan Benar


Disadari atau tidak, saat berdoa, kita cenderung berkata, "Tuhan, berkatilah pekerjaan kami; Tuhan, berkatilah kehidupan kami; Tuhan, berkatilah pelayanan dan gereja kami."



Kata "berkat" itu seolah menjadi hal yang sangat penting ketika diucapkan dalam kegiatan yang bersifat rohani meski dalam kata-kata religius tersebut, berkat yang kita pikirkan adalah berkat yang bersifat materi. Jika tidak berhati-hati dan memandang berkat Tuhan dalam cara pandang yang benar, banyak masalah yang dapat kita alami karena hal ini.



Kita akan menyimak topik "Memandang Berkat Tuhan dengan Benar". Apakah diberkati Tuhan itu berarti menjadi orang yang kaya dalam hal materi?. Bagaimana sikap kita sebagai orang percaya ketika mendapat berkat dari Tuhan?. Mari kita belajar bersama bahwa keinginan terbesar-Nya adalah agar kita menetapkan hati pada hal-hal yang di atas, bukan pada hal-hal yang ada di bumi ini.



Apa Artinya Diberkati ?. Karena saya belum pernah kaya raya, hal-hal pertama yang muncul dalam pikiran adalah kekayaan tanpa akhir, rumah impian, atau perjalanan mewah. Akan tetapi, begitu saya memikirkan hal-hal itu, saya bertanya-tanya apakah itu benar-benar yang saya inginkan.



Saya memikirkan beberapa nama yang terus-menerus kita lihat dalam tabloid, dan bertanya-tanya apakah mereka akan menukar semua ketenaran dan kekayaan mereka demi kedamaian batin serta perasaan bahwa apa yang mereka lakukan itu penting.



Tentu saja, jika saya membaca Alkitab dengan maksud mematuhi apa yang dikatakannya, saya akan merasa sulit untuk mengharapkan kekayaan dan kemewahan. Yesus mengatakan hal-hal seperti, "Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya" (Matius 8:20), dan "jadi, yang terakhir akan menjadi yang pertama, dan yang pertama akan menjadi yang terakhir" (Matius 20:16).



"Setiap orang yang diberi banyak, dituntut banyak. Dan, mereka yang dipercayakan lebih banyak akan dituntut lebih banyak lagi" (Lukas 12:48), dan "sebab, bangsa-bangsa lain mencari-cari semua ini dan Bapa surgawimu tahu bahwa kamu membutuhkan semua ini" (Matius 6:32).



Diberkati berarti ...Salah satu bagian Kitab Suci favorit saya adalah Ucapan Bahagia dalam Matius 5:1-12, yang di dalamnya Yesus menuliskan apa arti dari diberkati. Hal-hal itu tentu bukanlah apa yang terlintas dalam pikiran saya ketika berpikir tentang diberkati atau ketika saya berdoa agar orang lain diberkati.



Ingatlah dengan semua doa masa kecil, "Berkati Ibu, Ayah, dan Bibi Sue?" Kita tidak tahu apa yang kita katakan! Kita sesungguhnya berkata, "Biarlah mereka menjadi miskin dalam roh, berdukacita, lemah lembut, lapar dan haus akan kebenaran, murah hati, suci hati, menjadi pembawa damai, dan dianiaya."



Jadi, bagaimana mungkin hal-hal semacam itu mengarah pada kebahagiaan?. Sepertinya, hal-hal itu malah lebih banyak membawa kita menuju kebalikan dari kebahagiaan. Akan tetapi, Ucapan Bahagia memberi tahu kita satu hal dengan jelas. Kita tidak pernah dapat merasa bahagia ketika kita menjalani kehidupan yang berpusat pada diri sendiri.



Kita mungkin tertipu untuk berpikir bahwa kita bahagia untuk sementara waktu, tetapi pada akhirnya, itu tidak akan berlaku bagi kita, sebab kebahagiaan sejati hanya dapat ditemukan dalam hubungan dengan Pencipta kita. Hanya Allah yang membuat kita tahu apa yang benar-benar akan membuat kita bahagia serta memberi kepuasan dalam hidup.



Kita harus mencapai akhir dari diri sendiri dan awalan yang dari Allah untuk mendapatkan kepuasan seumur hidup. Dan, itu hanya dapat terjadi dalam pewahyuan dan transformasi ilahi melalui firman Allah dan Roh Kudus yang tinggal di dalam kita. Ini adalah "mutiara yang sangat berharga" (Matius 13:46), yang layak didapatkan dengan menjual segala sesuatu.



Pada akhirnya, ini adalah rahasia kepuasan sejati. Matius 13:45-46 "Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, ia pun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu". [Sumber :e-konsel/Foto : Istimewa].