Berita Bethel
Penulis: Pram (07/05/2018)
Pemimpin Pembawa Perubahan di Era Digital


Tiga kondisi pemimpin menurut pandangan Elmer L Towns dikutip Ketua Umum BPH GBI dan Ketua Umum Bamag Nasional [Pdt. Dr. Japarlin Marbun] di Graha Bethel, Jakarta [Sabtu, 5/5] ketika memberikan presentasi pada acara Konferensi Pimpinan Gereja dengan tema "Transformasi Bangsa Menuju Indonesia Sejahtera".



Acara ini diselenggarakan GERKINDO [Gerakan Kasih Indonesia] pimpinan Pdt. Yerry Tawalujan, MTh dan didukung oleh BPH GBI, Bamag Nasional dan beberapa lambaga pelayanan nasional.



Lebih lanjut, Pdt. Dr. Japarlin menjabarkan secara ringkas, kondisi-kondisi pemimpin yaitu : 1. Dirinya telah berubah. 2. Dirinya harus bersedia terus berubah.3. Dirinya harus siap menghadapi perubahan.



"Pemimpin harus menjadi pembawa perubahan, jika tidak maka akan ditinggalkan orang [jemaat], juga bisa pindah ke gereja lain" tegasnya.

Ia pun memberikan contoh ada dua brand name [merek] telepon seluler yang dulu pernah merajai dunia dan perusahaan pembuat kamera [foto], kini "hilang" begitu saja.



Guna melakukan perubahan itu, seorang pemimpin musti melakukan : 1. Mempersiapkan para pengikutnya untuk lakukan perubahan.2. Menentukan prioritas dengan tidak bertindak secara sembarangan. 3. Penentuan waktu yang tepat untuk lakukan perubahan.



Ia pun membagikan pengalamannya sebagai Ketua Umum BPH GBI ketika menghadiri persidangan SMD di daerah-daerah yang kini situasinya lebih nyaman dan lancar sebab diisi dengan materi pembinaan-pembinaan dan bukan penyelesaian masalah-masalah.



Di bidang pendidikan telogia, pihak BPH GBI akan me-launching Sekolah Teologia via online buat pejabat-pejabat yang melayani di GBI.Pdt. Dr. Japarlin Marbun mengakui bahwa faktor perubahan memerlukan waktu dan keberanian, sesuai dengan teori John Maxwell.



"Agar suatu perubahan berhasil, hal itu harus dilakukan dengan perencanaan," tambahnya.Ia kemudian menunjukkan sebuah diagram tentang pengambilan keputusan.



Jenis keputusan salah, pada waktu yang salah maka akan menghasilkan bencana. Namun jika sebaliknya menghasilkan kesuksesan [jenis keputusan tepat pada waktu tepat]. Berkaitan dengan kondisi pelayanan, Pdt. Dr. Japarlin Marbun kembali mengingatkan agar para pemimpin gereja mengantisipasi perubahan.



Sebab menurutnya, kini terjadi pergeseran dari era analog ke era digital. "Gereja, pemimpin jika tak antisipasi kondisi ini maka akan ditinggalkan banyak orang [jemaat]. Bahkan gereja bisa 'terbagi' menjadi dua kelompok : grup [generasi] tua dan grup anak-anak muda.



Selanjutnya, ia menyampaikan perihal pendorong dan penghambat perubahan. Pendorong perubahan terdiri dari unsur-unsur : 1. Pembiayaan. 2. Resiko persaingan.3. Kepemimpinan visioner. 4. Perubahan demografi [pemekaran propinsi], Tuntutan organisasi.



Penghambat perubahan yaitu : 1. Organisasi yang lamban karena berada di zona nyaman. 2. Ketakutan [bila diubah, nanti situasinya akan menjadi seperti apa ?]. 3. Kurang pengetahuan. 4. Kerja keras tapi hasil kurang. 5. Fokus harian. 6. Kalau sukses adakan perubahan, seseorang [pemimpin] menjadi sombong.



Namun, Ketua Umum Bamag Nasional ini juga mengingatkan, bila suatu perubahan tidak direncanakan maka akan menghasilkan kegoncangan dan out of control [situasi yang tidak bisa dikendalikan].



Diakhir paparannya, Pdt. Dr. Japarlin Marbun mengutip pandangan Paul Walker perihal prinsip-prinsip perubahan yaitu : 1. Kepercayaan terhadap suatu perubahan bisa mendatangkan kebaikan. 2. Jelaskan visi dengan lengkap. 3. Kembangkan integritas.



4.Lakukan pengkajian secara mendalam. 5. Upayakan untuk melibatkan banyak orang. 6. Siapkan [sediakan] jalan keluar akibat terjadinya perubahan. 7. Tidak takut gagal. 8. Jangan takut untuk mencoba sesuatu yang baru.



Masih menurut pandangan Paul Walker, suatu perubahan meliputi yaitu : 1. Pola pikir. 2. Habit [kebiasaan]. 3. Pengetahuan. 4. Spiritual. 5. Hati. "Lakukan perubahan agar Indonesia bisa [terjadi] transformasi," pungkasnya.



Para pembicara lainnya yaitu Pdt. Dr. Andreas Yewangoe [mantan Ketua Umum PGI, Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila [BPIP, Ketua MP PGI], Pdt. Dr. Daniel Ronda [Ketua Umum Sinode Gereja Kemah Injili Indonesia - GKII], Rev. Beram Kumar [Pelayan Tuhan yang melayani di Laos], Jeirry Sumampouw [Koordinator Komite Pemilih-TePI] dan Pdt. Yerry Tawalujan, MTh.