Berita Bethel
Penulis: Pram (21/03/2018)
Cara Tepat yang Efektif Cegah Down Syndrome


Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan, sekitar 3.000 hingga 5.000 anak di seluruh dunia lahir dengan keadaan Down syndrome. Kondisi ini membuat calon ibu panik, karena takut janin yang dikandungnya mengalami kondisi tersebut saat dilahirkan.



Down syndrome merupakan kondisi keterbelakangan fisik dan mental akibat perkembangan kromosom 21 yang tidak normal. Kondisi ini juga dikenal dengan istilah trisomi 21.



Anak yang mengalami Down syndrome biasanya akan memiliki ciri fisik sebagai berikut: 1.Ukuran kepala yang lebih kecil (mikrosefali).



2. Hidung khas yang datar seperti orang Mongoloid. 3.Tinggi badan yang relatif pendek. Selain tiga di atas, anak yang mengalami Down syndrome juga memiliki kelainan jantung bawaan (congenital), kelenjar tiroid (hipotiroid), obesitas dan lainnya. Sederet kelainan ini merupakan alasan mengapa anak yang mengalami Down syndrome berusia lebih pendek.



Apa saja penyebab Down syndrome ?. Saat terjadi pembuahan di tubuh wanita, calon ibu dan ayah akan mewariskan gen mereka. Pada kondisi normal, jumlah kromosom yang dihasilkan adalah 46: 23 berasal dari ibu dan 23 lainnya berasal dari ayah. Namun, pada anak yang terkena Down syndrome, jumlah kromosom menjadi 47.



Kelebihan kromosom tersebut tak menjadikan seorang anak memiliki tumbuh kembang yang lebih baik. Justru yang terjadi adalah sebaliknya, anak yang memiliki kromosom lebih dari jumlah normal (46) akan mengalami gangguan pertumbuhan, baik dari segi mental maupun fisik.



Kenali faktor risiko Down syndrome. Menurut Center for Disease Center and Prevention (CDC), calon ibu yang baru hamil di usia 35 tahun atau lebih memiliki risiko yang lebih tinggi untuk melahirkan bayi dengan kondisi Down syndrome.



Sedangkan, sebuah studi tahun 2003 menyebutkan bahwa ayah yang berusia di atas 40 tahun memiliki risiko dua kali lebih besar untuk menghasilkan bakal janin yang akan lahir dengan kondisi Down syndrome.Risiko terjadinya kelahiran anak dengan kondisi Down syndrome juga akan lebih tinggi jika kedua orangtua, baik ibu maupun ayah, pernah memiliki riwayat kelahiran Down syndrome sebelumnya.



Cara mencegah Down syndrome. Beberapa tindakan yang bisa dilakukan untuk memperkecil risiko melahirkan anak dengan kondisi Down syndrome, di antaranya: 1. Cukupi kebutuhan asam folat saat hamil. Asam folat merupakan asupan yang wajib didapatkan oleh seorang wanita yang sedang berencana hamil atau sedang dalam fase kehamilan.



Ini karena zat gizi tersebut terbukti efektif mencegah kelainan yang mungkin terjadi pada janin, termasuk Down syndrome.Asam folat yang dibutuhkan saat merencanakan kehamilan atau selama hamil adalah sekitar 400–800 mg per hari. Zat gizi ini bisa ditemukan pada sayuran hijau, buah, kacang-kacangan dan biji-bijian, serta susu hamil.



2. Lakukan pemeriksaan antenatal secara rutin dan teratur. Pemeriksaan antenatal sangat penting untuk dilakukan di minggu-minggu pertama kehamilan. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan bakal janin, termasuk untuk mendeteksi dan mencegah segala kelainan yang mungkin terjadi.



3. Hindari paparan bahan-bahan berbahaya. Jika Anda sedang merencanakan kehamilan atau sedang hamil, pastikan kedua belah pihak (pria dan wanita) terhindar dari minuman beralkohol maupun rokok dan paparan asapnya. Ini karena dua komponen berbahaya tersebut dapat memengaruhi kualitas sperma pria dan sel telur pada wanita.



Sedangkan, paparan alkohol atau rokok selama kehamilan dapat memberikan dampak buruk secara langsung pada janin dalam kandungan.



4. Terapkan gaya hidup sehat. Penuhi kebutuhan gizi selama kehamilan. Pastikan asupan yang dikonsumsi oleh wanita hamil selalu berasal dari sumber yang bersih dan sehat. Hindari makanan cepat saji atau makanan yang mengandung bahan pengawet berbahaya.



Selain itu, lakukanlah olahraga ringan sebanyak 3 kali seminggu. Pastikan pula istirahat cukup, dan terhindar dari stres maupun depresi.Tidak ada satu orang tua pun yang ingin melahirkan anak dengan kondisi Down syndrome.



Karenanya, terapkanlah kiat di atas dengan saksama, dan jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan jika Anda atau pasangan memiliki kondisi kesehatan khusus yang berhubungan dengan kehamilan. Salam sehat!. [Sumber : klikdokter.com].