Berita Bethel
Penulis: Pram (15/11/2017)
Indonesia Hadapi Multi Darurat Anak


Multi darurat anak, itulah yang kini terjadi di Indonesia. Hal ini berdasarkan pandangan Hartati dari Jaringan Peduli Anak Bangsa [JPAB]mencermati berbagai problematika seputar anak-anak di tanah air. Ia memerinci darurat itu meliputi : 1. Kekerasan seksual terhadap anak-anak. 2. Narkoba. 3. Pornografi. 4. Pedofil.



Sementara itu, jumlah anak-anak mencapai 34.7% dari seluruh penduduk Indonesia. Mereka adalh generasi khusus karena lahir di era 1995-2009 yang populer disebut dengan Generasi Z. Sementara itu, Generasi Alpha adalah mereka yang lahir pada tahun 2010-2025.



Mereka perlu pengasuhan khusus dari orang tua, sesuai dengan kebutuhan zamannya.Generasi ini fasih IT, kurang suka proses, bersosialisasi di media sosial, kurang komitmen jangka panjang, perlu kecepatan yang luar biasa, menuntut gaya kepemimpinan yang khusus.



Pihak JPAB kemudian membentuk GRA (Gereja Ramah Anak) pada 14 Maret 2017 dengan dukungan dari berbagai pihak seperti perwakilan denominasi gereja, Majelis Pendidikan Kristen, Asosiasi Sekolah Kristen Indonesia, LKSA. Tujuan GRA ini adalah mengasuh generasi masa kini agar dapat bertumbuh menjadi generasi yang transformatif dan produktif.



Sementara itu, GRA adalah gerakan partisipasi umat Kristen untuk mewujudkan lingkungan yang ramah anak sebagai respon terhadap kondisi multi darurat anak.GRA berlandaskan pada nats Kejadian 1:27 dan Mazmur Pasal 8 yang bisa diaplikasikan dalam bentuk pemenuhan kebutuhan minimum seperti kelangsungan hidup, tumbuh kembang, partisipasi, dan perlindungan dari penyalahgunaan, eksploitasi, penelantaran dan kekerasan.



Lebih lanjut, Hartati memaparkan data-data yang bisa membuat kita 'miris'. Kejahatan, kekerasan terhadap anak-anak telah diunduh dari internet mencapai 7.000 pengunduh. Jumlah pengguna narkoba di Indonesia mencapai 5,1 juta jiwa (1,2 juta pengguna di DKI Jakarta).



Kini, Indonesia menempati urutan nomor 2 pengakses situs porno. Sementara itu, Thailand berada pada urutan nomor 1. Para penonton video porno menurutnya akan mengalami gangguan pada syaraf otak yang disebut dengan pre frontal cortex, sehingga mengganggu fungsi etika.



Diakhir paparannya, Hartati menghimbau agar kabar baik bisa disampaikan dalam format digital. Mewapadai LGBT, karena saat ini seolah muncul pandangan jika nikah sesama jenis dianggap 'now' (kekinian). Mewaspadai ideologi atheisme dan predator yang 'memangsa' anak-anak.

Materi ini telah disampaikan oleh Hartati pada acara Seminar Gereja dan Masyarakat dan Pelantikan DPP Bamag Nasional Propinsi DKI Jakarta di Graha Bethel, Jakarta (Rabu, 8/11).