Berita Bethel
Penulis: Pram (30/10/2017)
Imam Besar ialah Yesus Kristus


Sebuah buku yang menuliskan silsilah imam-imam dengan tema "Imam Besar Kekal yang Dijanjikan Dengan Sumpah" dengan konten utama Silsilah Imam Besar Dilihat dari Sudut Pandang Sejarah Penebusan karya Pdt. Abraham Park, D.Min., D.D (Korea Selatan) di-launching di Jakarta (Senin, 16/10). Buku setebal 385 halaman ini diterjemahkan oleh Pdt. Youn Doo Hee, D.Min. Buku ini merupakan karya ke-6 dari sang penulis. Nats utama yakni Ulangan 32:7.



Yayasan Damai Sejahtera Utama (YDSU) bersama HORA (History of Redemption for All Nations) Ministries - USA mengadakan Peluncuran Buku dan Seminar buku Sejarah Penebusan seri ke-6 yang berjudul “Imam Besar Kekal yang Dijanjikan dengan Sumpah” yang diselenggarakan di Integrity Convention Centre MGK Kemayoran Jakarta Pusat pada tanggal 16 Oktober 2017.



Hadir pada acara ini Pdt. Philip Lee, D.Min (Direktur Huisin Publishing Group dan Senior Pastor di Pyungkang Cheil Korea), Rev. John McCurley, D.Min (Senior Pastor Covenant of the Torch Presbyterian Church, Savannah, Georgia, US), Pdt. Youn Doo Hee, D.Min (Penerjemah buku-buku seri Sejarah Penebusan ke dalam Bahasa Indonesia dan Ketua Gembala Gereja Presbiterian Bukit Sion Indonesia), Prof. Dr. Thomas Pentury, M.Si (Dirjen Bimas Kristen), Pdt. Dr. Ronny Mandang M.Th, (Ketua PGLII), Dr. Ferry Tandiono (Ketua Dewan Pembina Yayasan Damai Sejahtera Utama), Sentosa Ishak, M.Div (Ketua Yayasan Damai Sejahtera Utama), Pdt. Dr. Philip Lee dari Korea Pyungkang Cheil Church dan Pnt. Dr. Saur Hasugian (mantan Dirjen Bimas Kristen Kementerian Agama RI dan Dewan Pembina Bamag Nasional).



Dalam sambutan singkatnya, Sentosa Ishak, M.Div mengatakan seri ini telah di-translate ke dalam kurang lebih 20 bahasa-bahasa di dunia, termasuk bahasa Ibrani, dan akan dibuatkan materi dalam bentuk e-book dalam bahasa Indonesia. Ia kemudian mengutip nats Hosea 4:6 dan Yohanes 8:37. Ia bersyukur kalau saat ini acara dihadiri sekitar 51 STT dengan jumlah peserta mencapai sekitar 3.600-an orang. Ketua PGLII, Pdt. Dr. Ronny Mandang, MTh menghimbau agar khotbah-khotbah kembali mengedepankan Yesus Kristus, bukan berdasarkan mengandalkan pengalaman pribadi pembicara.



Akibatnya, banyak khotbah yang salah sasaran. Dirinya mengapresiasi penulis buku perihal perenungannya di dalam gua selama kira-kira 3 tahunan sehingga menghasilkan 12 seri karya-karya tentang penebusan yang luar biasa. "Sekaligus buku ini meluruskan gereja-gereja bahwa Yesus Kristus adalah Imam Besar," pungkasnya.



Sementara itu, Prof. Dr. Thomas Pentury menghimbau agar buku ini dijadikan sebagai bahan referensi dan bahan rujukan studi para mahasiswa STT. Dr. Ferry Tandiono menambahkan pihaknya akan menyebarkan buku ini kepada STT-STT guna sebagai tambahan untuk pengenalan terhadap kehendak Tuhan.



Pdt. Youn Doo Hee, D.Min selaku penerjemah dalam prakata singkatnya mengatakan penulis buku ini suatu hari ditanya oleh seorang pemuda perihal apakah masih tersisa darah Yesus Kristus sampai saat ini. Ia pun kemudian bergumul dalam doa secara khusus perihal hal ini. Pdt. Abraham Park, D.Min., D.D kemudian menguraikannya dalam seri Sejarah Penebusan.



Konten Buku Selayang Pandang. Buku ke-6 dari seri Sejarah Penebusan berjudul Imam Besar Kekal yang Dijanjikan dengan Sumpah. Di dalam buku ini terdapat penyusunan pertama di sepanjang sejarah dunia mengenai 77 generasi imam besar diklasifikasikan menurut Bait Suci (29 generasi), menurut zaman (19 generasi), dan menurut pengangkatanya (29 generasi).



Sejarah setelah Kerajaan Yehuda dihancurkan oleh Babel, zaman kekuasaan Yunani sampai ke zaman Roma memang tercatat di Alkitab, yaitu di kitab Yehezkiel, Daniel, Nehemia, Ezra, dan Ester. Namun pencatatan-pencatatan tersebut berpusatkan pada nabi dan tidak lengkap. Sehingga aliran sejarah di masa tersebut sulit dimengerti. Maka sejarah di masa penawanan pemulangan sampai kelahiran Yesus adalah bagian yang tidak mudah dipahami.



Namun buku ini menyusun dengan sangat jelas dan terang-terangan mengenai periode ini dan banyak rupa kejatuhan para imam karena kekuasaan; yang seharusnya menjadi pengantara antara Tuhan dan umat. Buku ini juga menguraikan dengan detail mengenai sistem 24 rombongan yang dibuat oleh Daud. Hal yang mengagumkan adalah walaupun di tengah kemerosotan dan kejatuhan imam besar dan imam-imam pun, sistem 24 rombongan tetap terjaga di dalam penyelenggaraan sejarah penebusan dari Allah.



Imam Zakharia yang termasuk dalam rombongan Abia di saat Yesus datang ke bumi ini merupakan orang yang benar di hadapan Allah dan tidak bercela menurut Hukum Taurat. Allah membuat Yohanes Pembaptis dilahirkan darinya, dan jalan kedatangan Yesus Kristus dipersiapkan melalui Yohanes Pembaptis.



Bagian Satu : Perhatikanlah Tahun-Tahun Keturunan yang Lalu, menampilkan Kitab Ulangan yakni kotbah perpisahan yang bersejarah oleh Musa. Bagian Kedua : Silsilah di Kitab Tawarikh. Bagian Ketiga : Tugas Imam dan Orang Lewi. Bagian Keempat : Silsilah Imam Besar. Bagian Kelima : Pakaian dan Tugas Imam Besar. Kesimpulan menuliskan bahwa Yesus Kristus adalah Imam Besar Kekal yang akan datang menurut peraturan Melkisedek. Ia turut merasakan kelemahan kita dan telah memenuhi kualifikasi sebagai imam besar.



Pertanyaan yang rumit dalam ilmu teologia adalah ‘Jika Imam Besar hanya dapat muncul dari keturunan Harun, mengapa Imam Besar Kekal yaitu Yesus Kristus dapat muncul dari suku Yehuda?. Buku ini pertama kali di dunia menjawab dengan bukti Alkitabiah. Penulis juga membuat kita menyelidiki dari segi apa sajakah Yesus Kristus dapat dikatakan Imam Besar Agung menurut urutan pencatatan kitab Ibrani, menguraikan secara Alkitabiah sosok seperti apa Melkisedek itu, lalu menutup dengan pandangan eskatologis tentang imam besar.