Berita Bethel
Penulis: Pram (06/03/2017)
FBI: Obama Tidak Perintahkan Sadap Telepon Trump


Washington - Direktur FBI, James Comey, menegaskan pihaknya tidak pernah mendapat perintah dari mantan Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama, untuk menyadap percakapan telepon Donald Trump selama masa kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) 2016.



Pada Sabtu (4/3), Comey meminta Departemen Kehakiman untuk mengklarifikasi tudingan Trump terhadap Obama. Dia juga meminta Gedung Putih untuk membuktikan tudingan tersebut.



"Jika tidak didasari bukti, tudingan itu palsu. Departemen Kehakiman harus mengecam klaim Trump tersebut," demikian pernyataan Comey kepada Departemen Kehakiman, seperti dikutip The New York Times (TNYT), Minggu (5/3).



Dalam surat kepada Departemen Kehakiman, Comey mengatakan bahwa FBI tidak pernah mendapat perintah dari Gedung Putih semasa pemerintahan Presiden Obama untuk menyadap percakapan telepon Trump yang menjadi kandidat presiden Partai Republik saat Pilpres 2016.



"Presiden Barack Obama tidak pernah memerintahkan penyadapan atas Donald Trump selama kampanye presiden 2016. Pemerintah harus menjelaskan tudingan ini," kata Comey merujuk pada Departemen Kehakiman.



Tudingan yang dilontarkan Trump terhadap Obama dilaporkan menimbulkan pertanyaan baru tentang bagaimana pejabat federal harus menanggapi klaim inflamasi atau informasi palsu yang ketap disebarkan Presiden Trump.



Dalam serangkaian kicauannya di Twitter lada Sabtu (4/3), Trump menuduh Presiden Obama memerintahkan penyadapan teleponnya di Trump Tower, sepanjang pktober 2016. Dia mengatajan bahwa penyadapan itu merupakan perbuatan "rendah". "Obama pria yang sakit," kata Trump.



Departemen Kehakiman dan FBI menolak memberi komentar kepada media massa terkait tudingan Trump. Namun FBI meminta Departemen Kehakiman untum mengklarifikasi klaim tersebut.



Dalam serangkaian pernyataan, Gedung Putih menyerukan penyelidikan kongres atas klaim presiden Trump, namun Partai Demokrat mengkritik keras hal itu.Partai Demokrat menuding Trump kembali melakukan konspirasi untuk mengalihkan perhatian dari sejumlah isu yang mengganggu pemerintahannya belakangan ini.[Sumber : beritasatu.com].