Berita Bethel
Penulis: Pram (16/01/2017)
Belajar Sabar, Kunci Pertumbuhan Rohani


Sabar adalah salah satu buah roh yang harus dikembangkan oleh setiap orang percaya. Kesabaran bukan saja merupakan buah Roh, namun Kesabaran adalah satu ciri orang yang hidup didalam Kasih.



Hidup di dunia yang semuanya rata-rata serba instan, jika tidak diseleksi kemungkinan besar akan membuat dan membentuk karakter kita menjadi tipe orang yang tidak suka dengan proses.



Daya tarik kecanggihan teknologi saat ini sungguh sangat memanjakan setiap konsumennya. Apakah hal tersebut juga berpengaruh dalam pengiringan kita kepada Tuhan Yesus Kristus ?.



Ketika Musa sementara sedang berada di atas Gunung Sinai berdialog dengan Tuhan, bangsa Israel yang berada dibawah menanti-nantikan Musa dengan waktu yang cukup lama, sudah tidak sabar lagi, hingga akhirnya mengambil jalan pintas untuk dipimpin oleh patung Anak Lembu Emas.



Bangsa Israel melepaskan segala perhiasan mereka, lalu dilebur menjadi sebuah patung. Ketidak-sabaran bangsa Israel membuat hati Tuhan murka, sehingga akhirnya Musa turun dari gunung menegur bangsa itu. Apa yang dialami oleh bangsa Israel, mungkin tidak sama persis kejadiannya dengan hari-hari yang ada didepan kita.



Tapi tanpa kita sadari, sikap seperti bangsa Israel yang tidak sabar menantikan tuntunan seorang pemimpin akhirnya membuat kita mengubah haluan Iman atau kepercayaan kita. Pemimpin yang dimaksud adalah Tuhan, Dia yang akan menuntun dan mengarahkan hidup kita dalam mengatasi segala pergumulan hidup.



Situasi dan kondisi yang tidak kita harapkan terkadang membuat emosi kita terpancing, lekas naik darah dan akhirnya menjadi orang yang bodoh. Penulis amsal mengatakannya kepada kita, baiklah kita memiliki sikap yang sabar.



Bahkan Alkitab pun memiliki perkataan yang serupa identik dengan nasehat untuk hidup Sabar: “Orang yang sabar besar pengertiannya, tetapi siapa cepat marah membesarkan kebodohan” (Ams. 14:29), dalam pengertian terjemahan lama tertulis “Orang yang panjang sabar hatinya itu besarlah akal budinya, tetapi orang yang segera menurut nafsunya itu membesarkan perkara yang bodoh-bodoh”.



“Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota” (Ams. 16:32).Kesabaran akan membuat kita hidup lebih tenang dan aman didalam pertolongan Tuhan.



Kitab Pengkotbah 3 menegaskannya di dalam hidup kita semua ada waktunya. Termasuk didalamnya “... ada waktunya untuk menangis, ada waktu untuk tertawa... Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya”.



Allah mau kita bertumbuh di dalam Kesabaran dan Allah memiliki cara yang tepat untuk menguji Kesabaran kita. Namun dengan demikian tujuan dari ujian itu adalah agar kita ber tumbuh dan berbuah lebat.



Alkitab memberikan sebuah contoh bukti sebuah Kesabaran yang menghasilkan Janji Allah. Surat Ibrani 6:15 menuliskan “Abraham menanti dengan sabar dan dengan demikian ia memperoleh apa yang dijanjikan kepadanya”. Tuhan Yesus pasti memberkati kita!. [Sumber : R.A.B - Pdm. Vanny A.R. Paendong, M.Pd.K./Foto : Istimewa].