Berita Bethel
Penulis: Pram (10/11/2016)
Intelijen AS Segera Paparkan Rahasia Penting Negara ke Trump


Badan intelijen Amerika Serikat akan segera menggelar sesi pemaparan berbagai rahasia keamanan negara kepada Donald Trump sebagai presiden terpilih dalam pemilihan umum, layaknya yang mereka berikan sebelumnya kepada Barack Obama.



Seorang pejabat intelijen mengatakan bahwa sesi pemaparan itu akan dimulai dalam waktu beberapa hari ke depan. Pemaparan yang akan disajikan oleh analis veteran karier intelijen AS itu akan mencakup operasi spionase penyamaran dan rahasia metode pengumpulan data intelijen.



Sementara itu, Kantor Direktur Intelijen Nasional AS (ODNI) belum berkomentar, seorang mantan Wakil Direktur Badan Intelijen Pusat AS, John McLaughlin, sebagai salah satu orang yang akan melakukan pemaparan itu akhirnya angkat bicara.



"Saya yakin badan-badan intelijen akan melakukan pemaparan ini dengan benar-benar profesional. Ketika rakyat Amerika sudah memilih presiden, dia diwajibkan mendapatkan dukungan penuh dari intelijen dan badan intelijen harus yakin bahwa presiden terpilih akan sama profesionalnya," katanya, seperti dikutip Reuters.



Selama ini, Trump dikenal sebagai sosok yang kontroversial. Gagasan-gagasan kebijakan yang ia kemukakan saat kampanye juga sangat berbeda dengan kebijakan pemerintah AS sebelumnya."Saya sudah melihat bagaimana perubahan yang terjadi ketika seorang capres menjadi presiden dan mengetahui betapa istimewanya tanggung jawab yang ia emban. Kami hanya berharap itu terjadi lagi," tutur McLaughlin.



Seorang mantan analis senior CIA, Paul Pillar, mengatakan bahwa pemaparan ini sangat penting. Pasalnya, Trump merupakan presiden terpilih yang nantinya akan bertanggung jawab atas semua kebijakan negara.



"Presiden terpilih sudah ditunjuk oleh rakyat Amerika dan dia adalah orang yang diketahui oleh intelijen akan menjabat selama empat tahun ke depan. Itu adalah alasan kuat untuk melakukan sesi pemaparan kepada presiden terpilih, layaknya dia memang sudah menjadi presiden," ucapnya.



Sebelumnya, Trump sudah mendapatkan pemaparan intelijen ketika ia dipastikan menjadi calon presiden dari Partai Republik. Dalam sesi tersebut, tim kecil intelijen menggambarkan garis besar ancaman dan isu kebijakan luar negeri yang dihadapi AS.



Sesi pemaparan sebelum pemilu tersebut mencakup beberapa informasi rahasia, tapi tak menjabarkan secara rinci mengenai operasi atau metode pengumpulan data intelijen. [Sumber : cnnindonesia.com].